Minggu, 12 April 2015

[039] Az Zumar Ayat 005

««•»»
Surah Az Zumar 5

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ
««•»»
khalaqa alssamaawaati waal-ardha bialhaqqi yukawwiru allayla 'alaa alnnahaari wayukawwiru alnnahaara 'alaa allayli wasakhkhara alsysyamsa waalqamara kullun yajrii li-ajalin musamman alaa huwa al'aziizu alghaffaaru
««•»»
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
««•»»
He created the heavens and the earth with reason. He winds the night over the day, and winds the day over the night, and He has disposed the sun and the moon, each moving for a specified term.[1] Look! He is the All-mighty, the All-forgiver!
[1] Or ‘until a specified time.’
««•»»

Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dihiasi Nya langit dengan matahari dan bulan. Masing-masing mempunyai lintasan-lintasan menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah.

Karena perputaran bumi pada porosnya terlihatlah seolah-olah matahari beredar di langit dari arah Timur ke Barat, yang karenanya terjadilah pergantian slang dan malam. Apabila matahari muncul di kaki langit bagian timur datanglah siang dan bila matahari tenggelam di kaki langit bagian barat datanglah malam. Demikianlah yang terjadi pada tiap-tiap hari.

Peristiwa yang terjadi itu semata-mata karena kehendak Allah, yang telah ditetapkan Nya pada saat menciptakan alam semesta. Allah menutupkan malam atas siang adalah kata ungkapan perumpamaan. Siang yang ditandai oleh terangnya sinar matahari diumpamakan tempat yang terbuka, sedang malam yang ditandai oleh tertutupnya sinar matahari diumpamakan sebagai tirai yang menutupi tempat yang terbuka. Jadi apabila dikatakan malam menutupi siang, pengertiannya ialah terangnya sinar matahari tertutup oleh tirainya gelap malam.

Allah menutupkan siang atas malam perumpamaan yang sebaliknya. Siang diumpamakan cahaya yang terang benderang sedang malam diumpamakan tempat tempat yang gelap pekat. Di waktu hari mulai siang cahaya matahari yang terang benderang menutupi kegelapan malam, hingga sirnalah pekatnya malam berganti dengan terang benderang. Pandangan serupa ini adalah pandangan sehari-hari menurut pengamatan orang awam.

Akan tetapi apabila orang mau berpikir lebih teliti ia akan dapat memahami bahwa panjang pendeknya siang dan malam tidaklah sama. Untuk tempat-tempat yang berada di sekitar khatulistiwa panjang dan pendeknya slang dan malam selalu berkisar sama, sekitar 12 jam, akan tetapi bagi tempat-tempat yang berada di sebelah utara khatulistiwa, pada saat matahari beredar di sebelah utara, lama siang untuk daerah-daerah itu bertambah panjang, betambahnya lama siang berbanding lurus dengan kedudukan tempat di bumi dan kedudukan matahari. Hingga bagi tempat-tempat di daerah kutub Utara apabila matahari berada di belahan langit yang paling utara, terjadilah untuk daerah-daerah tersebut siang terus menerus.

Matahari tidak pernah memecah ufuk. Dapatlah dikatakan, makin jauh tempat orang dari khatulistiwa dan makin jauh kedudukan matahari dari khatulistiwa langit, makin panjanglah siang hingga pada daerah-daerah tertentu terjadilah siang terus menerus. Maka dari tempat yang terdekat hingga yang terjauh dari khatulistiwa ada bahagian malam yang ditutupi siang yang waktunya makin lama. Hingga pada suatu tempat siang sama sekali menutupi malam. Berarti siang menghabiskan seluruh lingkaran peredaran matahari. Dengan kata lain slang menutupi malam sama sekali.

Sesudah itu Allah menjelaskan bahwa dia menundukkan matahari dan bulan. Berarti bahwa peredaran matahari dan bulan itu sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh Allah pada saat diciptakan.

Apabila yang dimaksud peredaran harian matahari semu, maka saat matahari berkulminasi ke saat berkulminasi berikutnya diperlukan waktu selama kira-kira 24 jam. Tetapi apabila yang dimaksud peredaran tahunan, yaitu peredaran semu matahari di antara bintang-bintang diperlukan waktu satu tahun. Sedang untuk peredaran bulan dari ijtima' hingga ijtima' berikutnya diperlukan waktu sebanyak satu bulan. Ketentuan-ketentuan waktu sebanyak satu bulan menurut perhitungan kalender yang berdasarkan pada peredaran bulan.

Ketentuan-ketentuan waktu peredaran tersebut adalah ketentuan secara garis besarnya saja. Untuk mendapatkan angka-angka yang lebih teliti, memerlukan pembahasan yang lebih lama. Tetapi yang dapat dipahami bahwa matahari dan bulan itu beredar menurut waktu peredaran yang tertentu; bahkan boleh dikatakan beredar menurut ketentuan yang hampir pasti.

Itulah sebabnya maka Allah SWT menandaskan bahwa masing-masing benda langit itu, beredar menurut waktu yang ditentukan menurut peredarannya masing-masing. Karena itu maka apabila saatnya matahari dan bulan itu akan kehilangan keseimbangannya, makin lama makin menyimpang dari ketentuan peredarannya, dan peredaran itu akan sampai pada titik penghabisannya Hal yang serupa itu akan terjadi pada Hari Kiamat, yaitu hari berantakannya langit dan bumi serta isinya.

Allah SWT berfirman:
يوم نطوي السماء كطي السجل للكتب
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas.
(QS. Al Anbiya [21]:104)

Di akhir ayat Allah SWT menyuruh hamba Nya agar suka memohon ampun kepada Nya dengan cara bergegas untuk beribadah dan memurnikan ketaatan kepada Nya dengan mengingatkan mereka bahwa Allah SWT Maha Perkasa, ketentuan-ketentuannya tak dapat dibantah Allah Maha Pengampun bagi para hamba Nya yang menginsafi dirinya dan suka dibimbing ke jalan yang benar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia menciptakan langit dan bumi dengan -tujuan- yang benar) lafal Bilhaqqi berta`alluq kepada lafal Khalaqa (Dia menutupkan) yakni memasukkan (malam atas siang) sehingga waktu malam bertambah. (dan menutupkan siang) memasukkannya (atas malam) sehingga waktu siang bertambah (dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan) pada garis edarnya (hingga waktu yang ditentukan) yakni hari kiamat. (Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa) Yang Maha Menang atas semua perkara-Nya dan Yang Maha Membalas terhadap musuh-musuh-Nya (lagi Maha Pengampun) kepada kekasih-kekasih-Nya.
««•»»
He created the heavens and the earth with the truth (bi’l-haqqi is semantically connected to khalaqa, ‘He created’). He turns the night into day, so that it grows, and turns the day into night, so that it grows, and He has disposed the sun and the moon, each running, in its course, for an appointed term, until the Day of Resurrection. Verily it is He Who is the Mighty, Whose way [always] prevails, Requiter of His enemies, the [ever] Forgiving, of His friends.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of75
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=39&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#39:5

[039] Az Zumar Ayat 004

««•»»
Surah Az Zumar 4

لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لَاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
««•»»
law araada allaahu an yattakhidza waladan laisthafaa mimmaa yakhluq
««•»»
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
««•»»
Had Allah intended to take a son, He could have chosen from those He has created whatever He wished. Immaculate is He! He is Allah, the One, the All-paramount.
««•»»

Kemudian Allah SWT menjelaskan dengan lebih terperinci perbuatan mereka yang menyebabkan mereka itu terjerumus ke dalam kesesatan. Allah SWT mengemukakan bahwa sekiranya Allah SWT berkeinginan untuk mengambil anak. tentulah Dia tidak akan mengambil anak seperti yang mereka katakan. Sudah tentu Allah berkuasa memilih anak menurut kehendak Nya. Dan yang dipilih itu tentunya anak lelaki, tetapi mengapa orang-orang kafir Quraisy itu mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan, padahal mereka sendiri enggan mempunyai anak perempuan?

Allah SWT berfirman:
أم له البنات ولكم البنون
Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?.
(QS. At Tuur [52]:39)

Dan firman Nya:
ألكم الذكر وله الأنثى تلك إذا قسمة ضيزى
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
(QS. An Najm [53]:21-22)

Anggapan bahwa Allah mempunyai anak bagaimanapun juga bentuknya, adalah termasuk mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain. Hal ini berarti memecah belah kekuasaan Tuhan. Bagaimanapun juga anak itu tentunya mewarisi kekuasaan dari ayah, dan apabila kekuasaan itu terbagi, maka hilanglah ke Maha Kuasaan Allah. Hal ini tidak bisa terjadi karena Allah Yang menciptakan langit dan bumi serta isinya, tentu mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, sehingga kekuasaan Nyapun tidak mungkin terbagi-bagi.

Itulah sebabnya maka Allah SWT menandaskan bahwa Maha Suci Dia dari sifat-sifat yang dikemukakan oleh orang-orang musyrik itu. Sebaliknya Allah SWT menandaskan bahwa Dia Maha Esa, tidak beranak dan tidak berbapak. Dia tidak memerlukan sesuatu apapun, bahkan Dia Maha Mengalahkan Dia berkuasa menundukkan apa saja yang ada di langit dan di bumi serta seluruh isinya, dan memaksanya tunduk takluk di bawah kekuasaan Nya dan patuh menurut kehendak Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak) seperti apa yang mereka katakan, yaitu sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak..." (Q.S. Al-Anbiya, 26) (tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang diciptakan-Nya) untuk dijadikan-Nya anak; bukan seperti apa yang telah mereka katakan, bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, Uzair itu putra Allah dan juga Al-Masih adalah putra Allah (Maha Suci Allah) kalimat ini memahasucikan-Nya dari mengambil anak (Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) semua makhluk-Nya.
««•»»
Had God wanted to take a son — as they allege [that He has], ‘The Compassionate One has taken [to Himself] a son’ [Q. 19:88], He could have chosen from what He has created whatever He willed, and taken it as a child, instead of the angels whom they claim to be God’s daughters, or [their claim] that ‘Ezra is the son of God’, or that ‘Jesus is the son of God’ [cf. Q. 9:30]. Glory be to Him, in exaltation of Him as being above that He should take a child. He is God, the One, the All-Compelling, over all His creatures.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of75
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=39&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#39:4

[039] Az Zumar Ayat 003

««•»»
Surah Az Zumar 3

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
««•»»
alaa lillaahi alddiinu alkhaalishu waalladziina ittakhadzuu min duunihi awliyaa-a maa na'buduhum illaa liyuqarribuunaa ilaa allaahi zulfaa inna allaaha yahkumu baynahum fii maa hum fiihi yakhtalifuuna inna allaaha laa yahdii man huwa kaadzibun kaffaarun
««•»»
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
««•»»
Look! [Only] exclusive faith is worthy of Allah, and those who take guardians besides Him [claiming,] ‘We only worship them so that they may bring us near to Allah,’ Allah will indeed judge between them concerning that about which they differ. Indeed Allah does not guide someone who is a liar and an ingrate.
««•»»

Sesudah itu Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar mengingatkan kaumnya bahwa hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih. Maksud agama dalam ayat ini ialah ibadah dan taat.

Oleh sebab itu ibadah dari taat itu hendaknya ditujukan kepada Allah semata, bersih dari syirik dan ria.

Sebagai penjelasan dari makna Ad Din yang termuat dalam ayat ini dapatlah dikemukakan sebuah hadis, yaitu
Hadis Al Hasan dari Abu Hurairah, bahwa seorang laki-laki berkata:
يا رسول الله إني أتصدق بالشيء وأصنع الشيء أريد به وجه الله وثناء الناس. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذي نفس محمد بيده لا يقبل الله شيئا شورك فيه, ثم تلا: ألا لله الدين الخالص.
"Ya Rasulullah! Sebenarnya saya akan menyedekahkan sesuatu, padahal saya berkeinginan dari perbuatan itu mendapat kerelaan Allah dan. mendapat pujian dari manusia."

Kemudian Rasulullah saw bersabda:
"Demi yang jiwaku di dalam kekuasaan Nya, Allah SWT tidak akan menerima sesuatu yang di dalamnya terdapat syirik. kemudian beliau membaca ayat ini:" ala Lillahid Dinul Khaliq"
(lihat Tafsir Al Maragi Jilid 8, juz 23 hal. 142.)

Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah, menurut mereka, mereka tidaklah menyembah pelindung itu melainkan dengan maksud supaya pelindung itu mendekatkan mereka kepada Allah sedekat-dekatnya.

Pemeluk agama berhala berpendapat bahwa Allah SWT adalah Zat yang berada di luar jangkauan indra manusia, oleh sebab itu maka tidaklah mungkin manusia dapat langsung beribadat kepada Nya. Oleh sebab itu apabila manusia ingin beribadat kepada Nya hendaknya memakai perantara yang diserahi tugas untuk menyampaikan ibadah mereka itu kepada Allah.

Perantara-perantara itu, menurut mereka, ialah malaikat dan jin, yang kadang-kadang menyerupai bentuk manusia; Mereka ini pada hakikatnya adalah Tuhan. Adapun patung-patung yang dipahat yang diletakkan di rumah-rumah ibadah adalah patung yang menggambarkan tuhan, tetapi bukanlah Tuhan yang sebenarnya.

Hanya saja pada umumnya kebodohan menyebabkan mereka, tidak lagi membedakan antara patung dan Tuhan sehingga mereka menyembah patung itu sebagaimana menyembah Allah sendiri, seperti keadaan orang-orang yang menyembah binatang. Mereka ini tidak lagi membedakan antara menyembah binatang dan menyembah Pencipta binatang.

Orang-orang Arab Jahiliah melukiskan patung-patung dengan bermacam-macam bentuk, ada patung yang menggambarkan bintang-bintang, malaikat-malaikat, Nabi-nabi dan orang-orang saleh yang telah berlalu. Mereka menyembah patung-patung itu sebagai simbol bagi masing-masing sembahan itu.

Demikianlah dugaan-dugaan kaum musyrikin di masa yang lalu dan pada menjelang diutusnya Muhammad saw sebagai utusan. Kemudian datanglah Rasulullah dengan mengemban perintah untuk membinasakan sembahan-sembahan mereka itu dan mengikis habis dugaan yang salah dari pikiran mereka, serta menggantinya dengan bimbingan yang menuntun pikiran agar beragama tauhid.

Allah SWT berfirman:
ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyatakan): "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Tagut itu (setan dan apa yang disembah selain Allah)"
(QS. An Nahl [16]:36).

Dan firman Nya:
وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan daku".
(QS. Al Anbiyaa [21]:25)

Sebagai penjelasan lebih luas tentang pengakuan orang-orang Quraisy terhadap adanya Allah, dapatlah dikemukakan penuturan Qatadah bahwa apabila orang-orang musyrik Quraisy itu ditanya siapa Tuhan mereka, siapa Yang menciptakan mereka dan siapa yang menciptakan langit dan bumi serta menurunkan hujan dari langit, mereka menjawab "Allah". Kemudian apabila ditanyakan kepada mereka, mengapa mereka menyembah berhala-berhala, merekapun menjawab: "Supaya berhala-berhala itu mendekatkan mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dan berhala-berhala itu memberi syafaat pada saat mereka memerlukan pertolongan dari sisi Allah.

Kemudian mengenai sikap kaum musyrikin yang serupa itu Allah SWT berfirman:

فلولا نصرهم الذين اتخذوا من دون قربانا آلهة بل ضلوا عنهم
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka?.
(QS. Al Ahqaf [46]:28)

Allah SWT mengancam sikap mereka dan menampakkan kepada mereka akibat yang akan mereka rasakan, bahwa Allah SWT akan memutuskan apa yang mereka perselisihkan itu pada hari berhisab. Pada hari itulah kebenaran agama tauhid tidak akan dapat ditutup-tutupi lagi dan kebatilan agama berhala akan nyata dengan jelas. Masing-masing pemeluknya akan mendapat imbalan yang setimpal. Orang-orang yang tetap berpegang kepada agama tauhid akan mendapat tempat kembali yang penuh kenikmatan. Sedang orang-orang yang selalu bergelimang dalam lembah kemusyrikan akan mendapat tempat kembali yang penuh dengan penderitaan.

Di akhir ayat Allah SWT menandaskan bahwa Dia tidak akan menunjukkan orang-orang yang mendustakan kebenaran dan mengingkari agama tauhid itu karena kesesatan mereka yang tak dapat dibetulkan lagi. Macam-macam cara yang mereka tempuh untuk menyekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain, seperti menyembah berhala, atau beranggapan bahwa Allah mempunyai anak dan sebagainya, yang kesemuanya itu tiada lain hanyalah anggapan mereka yang jauh dari kebenaran dan menyeret mereka ke lembah kesesatan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ingatlah, hanya kepada Allahlah ketaatan yang murni itu) tiada seorang pun yang berhak menerimanya selain-Nya. (Dan orang-orang yang mengambil selain-Nya) yang mengambil berhala-berhala (sebagai pelindung) mereka adalah orang-orang kafir Mekah yang mengatakan, ("Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.") yakni untuk mendekatkan diri kami kepada-Nya. Lafal Zulfaa adalah Mashdar yang maknanya sama dengan lafal Taqriiban/mendekatkan diri. (Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka) dan kaum Muslimin (tentang apa yang mereka berselisih padanya) tentang masalah agama, maka kelak orang-orang yang beriman akan masuk surga dan orang-orang yang kafir akan masuk neraka. (Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang yang pendusta) yaitu orang yang mengatakan terhadap Allah, bahwa Dia mempunyai anak (lagi sangat ingkar) karena menyembah kepada selain-Nya.
««•»»
Surely to God belongs pure religion, none other than Him being deserving of it. And those who take besides Him, the idols [as], patrons: and they are the disbelievers of Mecca — they say: ‘We only worship them so that they may bring us near to God’ (zulfā, a verbal noun, with the sense of taqrīban, ‘for the sake of nearness’). God will indeed judge between them, and the Muslims, concerning that about which they differ, of religion, and so admit the believers into Paradise, and the disbelievers into the Fire. Truly God does not guide one who is a liar, attributing a child to Him, a disbeliever, worshipping other than God.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Juwaibir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan Asbabun Nuzul ayat ini. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan tiga kabilah, yaitu, Amir, Kinanah, dan Bani Salamah, mereka adalah orang orang yang menyembah berhala, dan mereka mengatakan, "Malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah", dan mereka mengatakan pula sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya."
(QS. Az Zumar [39]:3)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of75
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=39&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#39:3

[039] Az Zumar Ayat 002

««•»»
Surah Az Zumar 2

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
««•»»
innaa anzalnaa ilayka alkitaaba bialhaqqi fau'budi allaaha mukhlishan lahu alddiina
««•»»
Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quraan) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya.
««•»»
Indeed We have sent down the Book to you with the truth; so worship Allah, putting exclusive faith[Or ‘pure faith.’] in Him.
««•»»

Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menurunkan kepada Rasul Nya Kitab Alquran, dengan membawa kebenaran dan keadilan. Maksud "membawa kebenaran" dalam ayat ini ialah membawa perintah kepada seluruh manusia agar mereka beribadah hanya kepada Allan Yang Maha Esa.

Kemudian Allah menjelaskan cara beribadah yang benar itu hanyalah menyembah Allah semata, dengan memurnikan ketaatan kepada Nya, bersih dari pengaruh syirik dan ria. Kebenaran yang terdapat dalam Alquran itu sesuai dengan kebenaran yang termuat dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul sebelumnya.

Dengan demikian maka semua peribadatan yang ditujukan kepada selain Allah atau peribadatan yang tidak langsung ditujukan kepada Nya adalah peribadatan yang tidak benar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu) hai Muhammad (Kitab Alquran dengan membawa kebenaran) lafal Bilhaqqi berta`alluq kepada lafal Anzalnaa. (Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya) yakni dari kemusyrikan, maksudnya mentauhidkan-Nya.
««•»»
Indeed We have revealed to you, O Muhammad (s), the Book with the truth (bi’l-haqqi is semantically connected to anzalnā, ‘We have revealed’); so worship God, devoting your religion purely to Him, [pure] of any idolatry, in other words, affirming His Oneness.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of75
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=39&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#39:2

Sabtu, 11 April 2015

[039] Az Zumar Ayat 001


««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Az Zumar 1

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
««•»»
tanziilu alkitaabi mina allaahi al'aziizi alhakiimi
««•»»
Kitab (Al Quraan ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
The [gradual] sending down of the Book is from Allah, the All-mighty, the All-wise.
««•»»

Allah SWT menjelaskan bahwa Alquran yang bernilai tinggi ini, diturunkan dari sisi Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Disebutkan sifat Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana dalam ayat ini, agar tergambar bagi orang yang mendengar atau membacanya bahwa Alquran itu mengandung petunjuk-petunjuk yang benar. Nilai-nilai kebenarannya tidak dapat disanggah atau dibantah oleh siapaun juga, dan nilai-nilai kebijaksanaan di dalamnya tak dapat diragukan.

Bukti-bukti kebenaran bahwa Alquran itu diturunkan dari Allah dan mengandung petunjuk yang benar dijelaskan dalam ayat-ayat yang lain.

Allah SWT berfirman:
وإنه لتنزيل رب العالمين نزل به الروح الأمين على قلبك لتكون من المنذرين بلسان عربي مبين
Dan sesungguhnya Alquran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi petunjuk dan peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.
(QS. As Syu'ara [26]:192-195)

Dan firman Nya:
إن الذين كفروا بالذكر لما جاءهم وإنه لكتاب عزيز لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Alquran ketika Alquran itu datang kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Alquran itu kitab yang mulia, yang tidak datang kepadanya (Alquran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

(QS. Fushshilat [41]:41-42)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Turunnya Kitab ini) yakni Alquran; berkedudukan sebagai Mubtaba (dari Allah) berkedudukan sebagai Khabar dari Mubtada (Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) dalam tindakan-Nya.
««•»»
The revelation of the Book, the Qur’ān (tanzīlu’l-kitābi, the subject) is from God (mina’Llāhi, its predicate) the Mighty, in His kingdom, the Wise, in His handiwork.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of75
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=39&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#39:1

[039] Az Zumar 2of2

2of2
75 Verses • revealed at Meccan.
««•»»
»The surah that mentions The Throngs of the unbelievers who shall be driven to Hell in the Hereafter, and the companies of the God-fearing who shall be ushered to Paradise in honour. It takes its name from verse 71 and verse 73 in which the word “throngs” (zumar) occurs. The main focus of the surah is the contrast between those who follow the true faith, and those who ascribe partners to God. The surah emphasizes that people are free to choose whether to believe or disbelieve (verse 41), but urges them in the strongest possible terms to turn to the right path while there is still time to repent (verse 53 ff.).«

The surah is also known as: The Companies, The Crowds, The Multitudes, The Small Groups.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•[AYAT 029]•[AYAT 030]•[AYAT 031]•[AYAT 032]•[AYAT 033]•[AYAT 034]•[AYAT 035]•[AYAT 036]•[AYAT 037]•[AYAT 038]•[AYAT 039]•[AYAT 040]•[AYAT 041]•[AYAT 042]•[AYAT 043]•[AYAT 044]•[AYAT 045]•[AYAT 046]•[AYAT 047]•[AYAT 048]•[AYAT 049]•[AYAT 050]•
•[AYAT 051]•[AYAT 052]•[AYAT 053]•[AYAT 054]•[AYAT 055]•[AYAT 056]•[AYAT 057]•[AYAT 058]•[AYAT 059]•[AYAT 060]•[AYAT 061]•[AYAT 062]•[AYAT 063]•[AYAT 064]•[AYAT 065]•[AYAT 066]•[AYAT 067]•[AYAT 068]•[AYAT 069]•[AYAT 070]•[AYAT 071]•[AYAT 072]•[AYAT 073]•[AYAT 074]•[AYAT 075]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#39


[039] Az Zumar 1of2

1of2
75 Ayat • diturunkan di Mekah.
««•»»
Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat. Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini. Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga. Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu. Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, dimana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.
««•»»

Pokok-Pokok Isi
Keimanan
Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah; malaikat-malaikat berkumpul di sekeliling 'arsy bertasbih kepada Tuhannya; pada hari kiamat tiap-tiap orang mempunyai catatan amalannya masing-masing.
Kisah-kisah
Perintah memurnikan ketaatan kepada Allah; larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.
Lain-lain
Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah; perumpamaan dalam Al Quran dan faedahnya; kedahsyatan hari kiamat; air muka orang musyrik dan air muka orang mukmin pada hari kiamat; janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Az-Zumar
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI